| LATAR BELAKANG, TEMA DAN TUJUAN KEGIATAN
SEMINAR NASIONAL DAN PAMERAN, PASOK DUNIA
"FEED THE WORLD"
Tema:
“ Menuju Swasembada yang Kompetitif dan Berkelanjutan serta Mendorong Produk-produk Unggulan Menjadi Primadona Dunia ”
I. LATAR BELAKANG
Fenomena kerusakan alam yang terjadi secara terus menerus, telah memberi efek yang signifikan terhadap perubahan negatif ekosistem kehidupan. Pengaruh yang begitu terasa dewasa ini akibat kerusakan alam diantaranya terjadinya pemanasan global, yang membawa dampak pada perubahan iklim yang begitu ekstrim dan merugikan bagi kehidupan manusia. Selain membawa efek yang lebih parah terhadap kerusakan alam seperti terjadinya berbagai bencana alam misalnya, juga telah menurunkan produksi biji-bijian pada tanaman pangan. Akibatnya stok pangan di berbagai belahan dunia menurun drastis, yang pada akhirnya tidak lagi mampu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Kondisi ini diperparah, karena seiring dengan itu juga terjadi krisis energi, dan untuk mengatasi kebutuhan energi tersebut, beberapa negara maju menerapkan kebijakan pembuatan bahan bakar dengan menggunakan biji-bijian secara besar-besaran. Padahal biji-bijian tersebut merupakan sumber bahan pangan bagi manusia. Keadaan ini berujung pada terjadinya krisis pangan yang tak terelakkan lagi dan telah memberi andil besar terhadap pertambahan daftar derita hidup manusia.
Indonesia, dengan potensi dan kekayaan alam yang dimiliki dan ditunjang oleh iklim yang sangat baik sepanjang tahun bagi terjadinya produksi biji-bijian pada tanaman pangan, sesungguhnya mampu untuk menyediakan kebutuhan pangan dunia. Bukan hanya itu, dengan potensi aneka ragam kekayaan alam, jika dikelola dengan baik, maka Indonesia akan mampu memproduksi dan memasok kebutuhan komoditi non pangan untuk penduduk dunia. Namun, seiring dengan terjadinya krisis pangan dunia, yang telah memberi sinyal peringatan kepada semua pihak mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan nasional, maka Indonesia juga perlu mengatur dan menetapkan strategi yang tepat untuk dapat menangkap peluang ini. Untuk itu, diperlukan prioritas penangangan agar ketahanan pangan nasional harus diperkuat terlebih dahulu.
Dengan areal produksi pangan yang masih sangat terbuka dan belum dimanfaatkan secara optimal, maka upaya untuk meningkatkan produktivitas produksi pangan yang tinggi akan dapat dilakukan dan dicapai Indonesia. Melalui penerapan kebijakan yang tepat dan dengan mengoptimalkan potensi yang dimiliki, usaha intensifikasi dan ekstensifikasi produksi pangan akan dapat terpenuhi, sehingga ketahanan pangan nasional menjadi lebih kokoh. Untuk ini, prioritas penguatan swasembada pangan dan seiring dengan itu juga dilakukan pengembangan atas berbagai komoditi yang dapat diunggulkan merupakan pilihan strategi jitu yang perlu ditempuh Indonesia. Dengan dasar strategi tersebut, niscaya Indonesia akan mampu untuk melakukan pemenuhan kebutuhan pangan nasional dan dapat menjadi “pemain utama” dalam memasok kebutuhan pangan dunia.
Mendasarkan atas berbagai perkembangan ekonomi global dan kondisi pangan dunia serta potensi yang dimiliki Indonesia untuk dapat berperan aktif mengisi peluang yang ada, yang pada akhirnya akan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka sejak beberapa waktu yang lalu Kadin Indonesia telah menginisiasi dilakukannya penyusunan Road Map Ketahanan Pangan Nasional. Melalui penyusunan Road Map Ketahanan Pangan Nasional jangka pendek 2009-2014 dan jangka panjang 2009-2030, diharapkan mampu memberi solusi dan menjadikan Indonesia sebagai negara pemasok komoditi pangan dunia.
Road Map Ketahanan Pangan Nasional ini berisi tentang situasi, kondisi dan potensi serta program dan kegiatan berbagai komoditi sub sektor tanaman pangan, perkebunan, kelautan, perikanan & petenakan, yang perlu dilakukan agar Indonesia memiliki ketahanan pangan nasional yang kokoh. Road Map tersebut kini sudah hampir rampung dan direncanakan dalam waktu dekat akan disampaikan kepada pemerintah baru hasil Pemilu 2009 dan pihak terkait lainnya. Melalui Road Map ini diharapkan seluruh para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terkait memiliki visi dan pandangan yang sama mengenai pentingnya Indonesia mengambil langkah-langkah konkrit, terencana dan sistematis serta sinergi agar dapat menjadi negara yang ber-swasembada terutama di sektor pertanian pangan, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan.
Proses penyusunan Road Map ini telah melalui berbagai tahapan kegiatan, mulai dari symposium menurut komoditi unggulan (6 kali), lokakarya dan dialog pakar, yang kesemuanya sejak dari awal selalu melibatkan seluruh para pemangku kepentingan (stakeholders) yang terkait. Melalui upaya pelibatan secara aktif seluruh stakeholders yang terkait, diharapkan nantinya pada tahap implementasi program akan lebih mudah dilaksanakan.
II. TUJUAN
Penyelenggaraan Seminar FEED THE WORLD dilaksanakan dengan tujuan untuk mensinergikan langkah dunia usaha, pemerintah, akademik dan masyarakat guna memfokuskan prioritas pembangunan pada upaya untuk mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional sekaligus menjadi Negara pemasok kebutuhan pangan dunia. Acara ini akan dilengkapi dengan Pameran Pangan Nasional. Dengan menampilkan 2 event besar ini secara bersamaan, yang masing-masing saling mengisi dan melengkapi, ditunjang dengan berbagai informasi, penampilan visualisasi serta alat peraga dan produk konkrit, akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi dan kemampuan Indonesia untuk dapat melakukan swasembada atas berbagai komoditi pangan dan dapat menjadi negara pemasok kebutuhan pangan dunia.
|